Grup bergerak dalam budidaya dan pengolahan kelapa sawit dengan mengelola perkebunan kelapa sawit melalui kepemilikan lahan perkebunan di Indonesia. Selain itu, Grup juga memiliki dua pusat pemuliaan dan penelitian benih kelapa sawit yang memberikan dukungan kepada perkebunan kelapa sawit.
| |
Statistik Perkebunan |
|
31 Dec 2010 |
30 Sep 2011 |
|
| |
| |
Area Tertanam – Kelapa Sawit |
|
205.064 |
205.199 |
|
| |
|
Menghasilkan |
155.400 |
154.939 |
|
| |
|
Belum Menghasilkan |
49.664 |
50.260 |
|
|
|
| |
Area Tertanam |
Karet |
22.028 |
21.906 |
|
| |
|
Tebu |
11.302 |
11.553 |
|
| |
|
Lain-lain |
3.713 |
3.661 |
|
|
|
| |
Area Plasma |
|
81.500 |
82.756 |
|
Secara keseluruhan Grup memiliki 20 pabrik kelapa sawit. Pada 1H2011, Grup memproduksi sekitar 381 ribu ton CPO, sedangkan pada FY2010 sekitar 740 ribu ton CPO. Sebagian besar produksi tersebut dijual kepada anak-anak perusahaan dari Grup untuk memproduksi minyak dan lemak nabati. Produk turunan dari pengolahan tandan buah segar (TBS) seperti inti sawit (PK) yang tidak digunakan oleh kebutuhan pabrik Grup dijual ke pihak ketiga.
Grup juga mengelola perkebunan tebu dan pabrik gula. Perkebunan tebu di Sumatra Selatan saat ini yang tertanam adalah sebesar 11.553 ha sampai pada 30 Juni 2011. Pabrik gula yang baru dengan kapasitas 8.000 ton tebu per hari (TCD) di Sumatra Selatan sudah diselesaikan dan akan memberikan manfaat integrasi secara vertikal dengan skala operasional yang besar. Grup juga memiliki dan mengeoperasikan pabrik gula di Jawa Tengah dengan kapasitas yang terpasang sebesar 3.000 TCD. Grup menjual produksi gula terutama ke konsumen domestik.
Selain sawit dan tebu, Grup juga mengelola perkebunan dan pabrik karet. Grup mengoperasikan empat pabrik karet dengan empat lini produksi karet remahan (crumb rubber) dan tiga lini produksi karet lembaran (sheet rubber). Pada 1H2011, produksi karet dari perkebunan karet Grup adalah sekitar sembilan ribu ton, sedangkan pada FY2010 sekitar 25 ribu ton karet dari perkebunan karet milik sendiri dan program Plasma. Sebagian besar dari produksi karet dijual ke pasar ekspor.
Grup juga mengelola perkebunan kakao dan teh yang kecil dengan masing-masing kebun memiliki satu pabrik. Selain itu, sampai pada 30 Juni 2011 Grup juga mempunyai akses sekitar 78.000 ha perkebunan kelapa sawit dan sekitar 4.000 ha perkebunan karet dibawah program Plasma.
PT SIMP dan anak perusahaannya yaitu PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) adalah anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). PT SIMP percaya bahwa operasional perkebunan sesuai dengan prinsip-prinsip dan kriteria RSPO untuk menghasilkan minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.
Pada 30 April 2009, seluruh perkebunan dan pabrik kelapa sawit Lonsum di Sumatra Utara menghasilkan CPO yang sudah tersertifikasi oleh prinsip dan kriteria RSPO untuk produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan. Auditor independen dan terakreditasi RSPO yaitu TÜV Nord telah diterima setelah melalui audit selama dua bulan pada akhir tahun 2008, dimana merupakan perjalanan Lonsum selama empat tahun untuk mencapai sertifikasi. Akan tetapi, kita mengakui bahwa pencapaian ini adalah bagian dari perjalanan yang tidak akan berakhir untuk mencapai standar tata kelola sosial perseroan yang lebih tinggi.