Strategi & Rencana
 
Grup SIMP menjalankan strategi usaha sebagai berikut:
 
a. Melakukan ekspansi melalui penanaman baru kelapa sawit dan tebu
Pada tanggal 30Juni 2011, Grup berencana untuk meningkatkan tanaman kelapa sawit sekitar 15 ribu hingga 20 ribu hektar per tahun di masa yang akan datang. Pada umumnya pengembangan lahan perkebunan kelapa sawit mulai dari tanah mentah menjadi tanaman menghasilkan memerlukan waktu sekitar empat tahun. Grup memperkirakan bahwa permintaan minyak kelapa sawit akan dipicu antara lain oleh peningkatan konsumsi India dan Cina. Grup juga mendiversifikasi usahanya dalam penanaman tebu dan produksi gula guna mengantisipasi kekurangan pasokan gula domestik, peningkatan pertumbuhan populasi dan perkembangan industri makanan dan minuman olahan di Indonesia. Grup juga akan terus mengembangkan penanaman tebu untuk mencapai target area tertanam seluas sekitar 18 ribu hektar pada akhir tahun 2012.
 
b. Meningkatkan kapasitas produksi
Grup telah meningkatkan kapasitas produksi CPO dengan dioperasikannya dua pabrik pengolahan kelapa sawit di Kalimantan pada tahun 2009 dengan kapasitas masing-masing sebesar 45 ton perjam. Grup akan terus mengembangkan kapasitas produksinya melalui pembangunan dua pabrik pengolahan kelapa sawit dengan masing-masing kapasitas produksi sebesar 40 ton per jam di Kalimantan Barat dan Sumatra Selatan, yang diharapkan dapat selesai pada tahun 2012.Dua pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut akan digunakan untuk kebun di area tersebut, sehingga dapat menjaga kesegaran TBS dan mengurangi biaya transportasi. Grup telah menyelesaikan pembangunan pabrik penyulingan di Jakarta yang diperkirakan akan meningkatkan kapasitas penyulingan tahunan sebesar 420 ribu ton dan kapabilitas untuk menghasilkan kualitas lemak nabati tertentu, serta mengurangi biaya produksi, dan saat ini Grup sedang merencanakan ekspansi untuk menambah fasilitas pengemasan minyak goreng dan fasilitas produksi margarin, dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2011. Pada bulan Februari 2011, Grup telah menyelesaikan ekspansi pabrik fraksinasi di Surabaya untuk kapasitas tambahan sekitar 90 ribu ton CPO per tahun. Penyelesaian pabrik penyulingan gula berkapasitas sekitar 8 ribu ton tebu per hari pada tahun 2011 diperkirakan akan meningkatkan kapasitas produksi sehingga kegiatan usahag ula Grup dapatterintegrasi secara vertikal.
 
c. Meningkatkan praktik agronomi secara berkelanjutan
Grup senantiasa berupaya untuk meningkatkan usaha-usaha di bidang agronomi dan perlindungan terhadap tanaman agar dapat mengembangkan sistem manajemen yang kuat dan komprehensif yang dapat merealisasikan potensi genetik benih di lingkungan pembibitan yang berbeda-beda. Usaha-usaha tersebut meliputi:
  1. analisa terperinci yang dapat memberikan rekomendasi optimal mengenai pengelolaan perkebunan dan jarak tanam, penggunaan pupuk dan herbisida, serta perkiraan tingkat ekstraksi dan hasil produksi,
  2. menciptakan prosedur pengelolaan tanaman dan panen yang optimal dalam rangka memaksimalkan pengumpulan TBS,
  3. mengoptimalkan metode biologis dalam rangka pengendalian hama dan penyakit tanaman,
  4. mekanisasi aktivitas di perkebunan, dan
  5. penggunaan pupuk organik.
Dengan usaha-usaha agronomi yang inovatif, Grup diharapkan dapat meningkatkan produksi per hektar dan mengurangi biaya tenaga kerja. Komitmen Grup untuk mengusahakan perkebunan yang berkelanjutan telah membuahkan hasil dengan diraihnya sertifikasi RSPO untuk kebun yang berlokasi di Sumatra Utara
 
d. Mengimplementasikan strategi pemasaran yang komprehensif untuk memperkuat brand recognition and loyalty untuk produk minyak goreng, margarin dan lemak nabati
Grup memfokuskan pada penguatan brand identity atas produk-produknya serta brand loyalty dari konsumennya melalui peningkatan kualitas dan kemasan produk. Saat ini Grup sedang melakukan rebranding dan re-launching merek-merek utamaya itu "Bimoli" dan "Bimoli Spesial".
 
Grup juga meluncurkan desain baru atas kemasan botol dan mendesain ulang kemasan isi ulang (pouch) untuk merek "Bimoli Spesial".
 
Grup memfokuskan pada kegiatan iklan dan promosi untuk meningkatkan brand awareness dan brand image, juga meningkatkan keberadaan produk melalui penetrasi pasar dan distribusi produk serta meningkatkan layanan purna jual. Selain itu, Grup juga memfokuskan pada high-end outlet yang sedang tumbuh pesat di Indonesia.
 
e. Memenuhi kebutuhan CPO dari internal guna menjamin stabilitas pasokan untuk pabrik penyulingan
Dalam beberapa tahun terakhir, Grup telah meningkatkan proporsi penggunaan CPO yang diproduksi sendiri, yang dibutuhkan untuk memproduksi minyak goreng, margarin dan lemak nabati.
 
Lahan tertanam Grup akan ditambah melalui implementasi praktik agronomi untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan CPO divisi Minyak dan Lemak Nabati, sehingga dapat menurunkan biaya produksi minyak goreng, margarin dan lemak nabati karena tidak lagi tergantung pada pasokan CPO dari pihak ketiga.
 
 
 
 
© Copyright PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). All rights reserved.