Sejarah & Tahapan Pencapaian
 
Beberapa anggota dari Grup SIMP memiliki sejarah operasional yang dimulai sejak awal tahun 1970-an (dalam hal ini divisi minyak goreng dan lemak nabati) dan awal tahun 1980-an (dalam hal ini divisi perkebunan). Pada tahun 1997, PT ISM mengakuisisi kepemilikan saham beberapa perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Sejak tahun 1997, Grup SIMP telah mengembangkan bisnisnya menjadi salah satu perusahaan yang memproduksi minyak goreng dan lemak nabati yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia melalui dua divisi utama, yaitu divisi perkebunan dan divisi minyak goreng dan lemak nabati. Beberapa tahapan pencapaian Grup SiMP adalah sebagai berikut:
 
Year 2011
Baca Selengkapnya
 
9 Juni
 
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (Grup SIMP) dicatat di Bursa Efek Indonesia dan mulai memperdangkan sahamnya secara perdana. Saham baru yang ditawarkan adalah 3.163.260.000 dengan harga Rp 1.100 per saham.
 
Year 2010
Baca Selengkapnya
 
15 Mei
 
PT SIMP memasuki perjanjian dengan beberapa anggota dari Grup Salim untuk mengkonsolidasi semua usaha patungan dibawah satu perusahaan induk investasi yaitu IndoInternational Green Energy Resources Pte. Ltd. (“IGER”). Sesudah restrukturisasi internal, seluruh kepemilikan efektif saham oleh PT SIMP dan Grup Salim di usaha patungan masih tetap sama.
 
Dengan transaksi tersebut, IGER diposisikan sebagai grup agribisnis yang memiliki perkebunan kelapa sawit dan tebu untuk menjelajah potensi bisnis dikemudian hari, jika ada.
 
8 Desember
 
IndoAgri menjual 8% atau 109.521.000 saham kepemilikannya di Lonsum dan meraup dana kas sebesar Rp1,3 triliun, dimana sekitar 3,1% dijual kepada PT SIMP (90% dimiliki oleh IndoAgri) dan 4,9% dijual melalui penempatan pribadi kepada investor eksternal tertentu.
 
Sesudah IndoAgri menjual saham Lonsum kepada investor eksternal, kepemilikan Grup terhadap Lonsum berkurang dari sekitar 64,4% menjadi 59,5%. Hal ini menghasilkan pengkatan saham publik di Lonsum dari sekitar 35,6% menjadi 40,5%. Peningkatan likuiditas saham Lonsum pada Bursa Efek Indonesia memberikan kesempatan Lonsum untuk menikmati pajak perusahaan yang lebih rendah yaitu 20% dari standar pajak perusahaan sebesar 25% berdasarkan peraturan pajak yang berlaku di Indonesia.
 
 
Year 2009
Baca Selengkapnya
 
17 Februari
 
PT SIMP meningkatkan kepemilikan sahamnya pada PT Sarana Inti Pratama (PT SAIN) dan PT Mitra Inti Sejati Plantation (PT MISP) dari masing-masing 70,02% dan 70% menjadi 100%.
 
Akuisisi saham minoritas PT MISP adalah sesuai dengan strategi Grup untuk meningkatkan bisnis model yang terintegrasi dan untuk meningkatkan efisiensi operasional and efektivitas untuk eksekusi.
 
Akuisisi saham minoritas PT SAIN adalah sesuai dengan strategi Grup untuk menggabungkan keahlian bisnis pemuliaan benih dari PT SIMP dan Lonsum untuk mencapai nilai tambah lebih dan produktivitas yang lebih tinggi melalui pemuliaan benih, praktik agronomis dan proteksi tanaman yang terbaik.
 
12 Juni
 
PT SIMP mendirikan anak perusahaan sendiri – PT Samudera Sejahtera Pratama (PT SSP) di Jakarta. Kegiatan utama dari anak perusahaan yang baru ini adalah untuk memiliki tempat penampungan dan tongkang sendiri, dan mengoperasikan bisnis pengapalan dan logistik. Pendirian PT SSP adalah sesuai dengan strategi Grup untuk memiliki rantai pasokan yang terintegrasi dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak eksternal untuk pengiriman CPO dari tangki yang terletak di pelabuhan Dumai dan Rengat di propinsi Riau, Indonesia ke fasilitas penyulingan di Jakarta dan Surabaya.
 
18 Juni
 
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk ("Lonsum") meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk produksi minyak sawit yang berkelanjutan untuk seluruh kebun dan pabrik-pabrik di Sumatra Utara. Sertifikasi RSPO mencakup sekitar 20% dari produksi total produksi minyak sawit Grup per tahun.
 
13 Juli
 
Sebagai bagian dari usaha Grup untuk mengoptimalisasi struktur modal dan memperbaiki posisi finansial, PT SIMP mengumumkan intensi untuk mempertimbangkan pengeluaran Obligasi Rupiah dengan tenor 5 Tahun dengan jumlah sebesar Rp1,0 triliun untuk membiayai pinjaman yang sudah ada.
 
14 Agustus
 
Anak perusahaan PT SIMP yaitu PT Serikat Putra dan PT Indoagri Inti Plantation mengakuisisi 100% kepemilikan pada PT Intimegah Bestari Pertiwi ("PT IBP"), dan memberikan tambahan total lahan sebesar 10.000 hektar di Sumatra Selatan, Indonesia. Akuisisi ini diselesaikan pada 12 Oktober 2009.
 
20 November
 
PT SIMP meraih Rp452 miliar dan Rp278 miliar (total sebesar Rp730 miliar atau sekitar US$78 juta) dari Obligasi Rupiah Berjangka Waktu 5 Tahun and Sukuk Ijarah dengan nilai kupon sebesar 11,65%. Obligasi-obligasi tersebut dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 2 Desember 2009.
 
 
Year 2008
Baca Selengkapnya
 
24 Maret
 
PT SIMP menandatangani Memorandum of Understanding yang tidak mengikat dengan PT Bangun Sriwijaya Sentosa untuk menjelajahi kemungkinan berpartisipasi sebagai pemilik saham PT Lajuperdana Indah (PT LPI). Bisnis utama PT LPI adalah pengelolaan perkebunan tebu. Perusahaan juga bermaksud untuk membangun pabrik rafinasi gula yang baru pada tahun 2010.
 
13 Mei
 
Anak Perusahaan PT SIMP yang tercatat di Bursa Efek Indonesia yaitu PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) menyetujui perjanjian usaha patungan dengan Ghanaian Council for Scientific and Industrial Research (CSIR) untuk mendirikan perusahaan patungan di Ghana untuk mengembangkan dan merealisasikan potensi genetik kelapa sawit untuk eksploitasi secara komersial. CSIR memiliki mandate atas Ghanaian Oil Palm Research Institute yang dimana memiliki banyak jenis kelapa sawit, plasma nutfah dan populasi untuk pemuliaan.
 
28 Juli
 
Grup mengakuisisi kepemilikan sebesar 60% pada perusahaan-perusahaan perkebunan yaitu PT Mega Citra Perdana, PT Mentari Subur Abadi dan PT Swadaya Bhakti Negaramas, dan menambahkan total lahan sebesar 85.600 hektar ke lahan Grup yang sudah ada sebelumnya.
 
20 November
 
Lonsum menyetujui perjanjian pembelian saham secara berkondisi untuk mengakuisisi 99,9% saham PT Tani Musi Persada (TMP), 99,9% pada PT Sumatra Agri Sejahtera (SAS) dan 90% pada PT Tani Andalas Sejahtera (TAS). TMP, SAS dan TAS memegang ijin lokasi lebih dari 46,000 hektar lahan di Sumatra Selatan. Akuisisi ini di selesaikan pada tanggal 22 Desember 2008.
 
22 Oktober
 
PT SIMP menyetujui penjanjian jual-beli yang berkondisi untuk mengakuisisi 100% saham yang sudah dikeluarkan oleh PT Cakra Alam Makmur (CAM), PT Hijaupertiwi Indah Plantation (HPIP), dan PT Cangkul Bumisubur dan seluruh anak perusahaannya, PT Pelangi Inti Pertiwi (seluruhnya disebut "CBS"). HPIP dan CBS memegang 36.300 hektar lahan di Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah. CAM memiliki dan mengoperasikan fasilitas penampungan di pelabuhan Dumai dengan kapasitas penyimpanan sebesar 7.500 ton minyak sawit mentah. Akuisisi ini diselesaikan pada tanggal 24 Desember 2008.
 
Terlepas dari itu, SIMP mengajukan untuk mengakuisisi sisa kepemilikan saham minoritas sebesar 30% pada PT Mitra Inti Sejati Plantation (Mitra) dan 29,98% saham pada PT Sarana Inti Pratama (SAIN). Mitra memiliki lebih dari 12.000 hektar lahan di Kalimantan Barat. Aktivitas utama SAIN adalah riset dan pengembangan, pemuliaan benih kelapa sawit dan memiliki tiga perkebunan kelapa sawit dengan lahan sebesar 67.000 hektar.
 
 
Year 2007
Baca Selengkapnya
 
23 Januari
 
Menyelesaikan reverse takeover pada CityAxis Holdings Limited dan evolusi menjadi perusahaan perkebunan terintegrasi secara vertikal dan produksi minyak goreng dan lemak nabati bermerek di Indonesia. Mengganti nama menjadi Indofood Agri Resources Ltd (IndoAgri)
 
14 Februari
 
Saham IndoAgri, perusahaan induk PT SIMP, diperdagangkan secara resmi di Bursa Efek Singapura (SGX-ST)
 
9 Maret
 
PT SIMP mengakuisisi 60% kepemilikan saham pada perusahaan perkebunan yaitu PT Mega Citra Perdana, PT Mentari Subur Abadi dan PT Swadaya Bhakti Negaramas, menambahkan 85.600 hektar ke lahan yang sudah dimiliki oleh Grup.
 
25 Mei
 
IndoAgri dan PT Salim Ivomas Pratama (PT SIMP, anak perusahaan dengan 90% kepemilikan oleh IndoAgri), memasuki perjanjian jual-beli dengan First Durango, the Ashmore Funds dan Bapak Sariaatmadja untuk mengakuisisi 64,4% saham dan mandatory convertible notes pada PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum). PT SIMP melakukan tender offer untuk sisa kepemilikan 35,6% saham pada Lonsum sesuai dengan peraturan Bapepam di Indonesia.
 
2 Oktober
 
PT SIMP mengakuisisi 70% kepemilikan pada PT MItra Inti Sejati Plantation dan menambahkan total lahan Grup sebesar 12,950 hektar.
 
30 Oktober
 
PT SIMP menyelesaikan akuisisi kepemilikan sebesar 56,4% saham Lonsum. Grup menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang terbesar di Indonesia dengan total lahan yang dimiliki bertambah dari 224.312 hektar menjadi 390.499 hektar dan lahan tertanam perkebunan kelapa sawit meningkat dari 81.818 hektar menjadi 146.426 hektar setelah akuisisi.
 
2 November
 
IndoAgri mengakuisisi kepemilikan saham Lonsum sebesar 8%, dan dengan demikian Grup memiliki total kepemilikan pada Lonsum sebesar 64,41%.
 
17 Desember
 
PT SIMP menyelesaikan tender offer dan meningkatkan 0,01% kepemilikan Grup pada Lonsum menjadi 64,42%.
 
 
Year 2006
Baca Selengkapnya
 
PT SIMP mengakuisisi kepemilikan saham PT SAIN sebesar 70% melalui pembelian obligasi yang bisa dikonversi dengan dengan harga sekitar Rp160 miliar. PT SAIN adalah perusahaan riset dan pengembangan benih kelepa sawit yang memiliki tiga perusahaan perkebunan dengan total lahan di Kalimantan Barat sebesar 42.000 hektar.
 
PT SIMP memasuki perjanjian jual beli yang berkondisi untuk mengakuisisi kepemilikan saham sebesar 60% untuk perusahaan perkebunan milik Grup Salim, dengan jumlah sebesar Rp125 miliar. Perusahaan-perusahaan tersebut dan anak-anak perusahaannya memiliki total lahan sebesar 85.541 hektar di Kalimantan Timur dan Tengah dan Sumatra Selatan, dimana kira-kira sebesar 2.844 hektar telah ditanami dengan kelapa sawit. Perusahaan perkebunan tersebut juga memiliki 2,3 juta pohon kelapa sawit kecil. Akuisisi perkebunan tersebut diselesaikan pada Kuartal 1 tahun 2007.
 
Year 2005
Baca Selengkapnya
 
PT ISM mengakuisisi sisa kepemilikan saham sebesar 20% untuk masing-masing perusahaan yaitu PT IBS, PT SOG dan PT BML.
 
Memulai akuisisi lahan perkebunan karena lahan perkebunan yang sudah ada di Propinsi Riau sebesar 56.005 hektar telah ditanami semuanya. Dengan demikian pada tahun itu, mengakuisisi 100% kepemilikan (dikurangi satu saham) pada dua perusahaan yaitu PT KGP dan PT CNIS dengan harga Rp175 miliar. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki total lahan sebesar 27.000 hektar di Kalimantan Barat. PT SIMP juga mengakuisisi 93,4% kepemilikan saham pada PT KMS dengan harga Rp75 miliar. Perusahaan ini memiliki lahan sebesar 8.530 hektar di Kalimantan Timur dengan lahan sekitar 5.015 hektar telah ditanami dengan karet.
 
Year 2004
Baca Selengkapnya
 
Grup SIMP berhenti melakukan perdagangan kontrak spot dan forward untuk komoditas yang berbasis minyak sawit di pasar domestic dan luar negeri sebagai salah satu aktivitas utama perusahaan dan memfokuskan pada divisi perkebunan dan minyak goreng dan lemak nabati dan juga bisnis yang berbasis kopra. Grup juga menentukan untuk mendedikasikan seluruh hasil CPO-nya untuk diproses sendiri, dan dengan demikian memastikan jumlah yang cukup untuk CPO yang berkualitas tinggi dipakai secara internal untuk memproduksi minyak goreng, margarin dan juga lemak nabati.
 
Year 1997
Baca Selengkapnya
 
PT ISM mengakuisisi 80,0% kepemilikan saham untuk PT SIMP, PT IBS, PT SOG dan PT BML dari Grup Salim.
 
Year 1972 - 1994
Baca Selengkapnya
 
Berbagai macam perusahaan dan bisnis pada Grup SIMP dibangun (melalui usaha patungan atau dimiliki secara langsung) oleh Salim Grup. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT SIMP, PT IIP, PT IBS, PT SOG dan PT BML yang bergerak dalam perkebunan, produksi minyak goreng, minyak kelapa dan yang bersangkutan dengan produk minyak dan lemak nabati.
 
 
 
 
© Copyright PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). All rights reserved.